Kamis, 29 Oktober 2015

Catatan : Jarum Jam

Jika saja pilihan selalu berpihak pada kita. Tidak akan pernah ada kata 'menyesal'. Terlebih dengan semua ketentuan yang telah dituliskan. Sangat sulit untuk tetap bertahan ketika semuanya terasa sulit. Jika saja tutur yang terucapkan bisa membatalkan semuanya, janji. Pilihan. Jalan yang telah kita pilih. 
Semenjak saat itu, saat tuntutan datang memaksakan untuk merubah jati diri, sebut saja kedewasaan. Bukan saatnya lagi untuk bermain-main, seperti itulah katanya. Pilihan itu menghampiri seperti sesuatu yang tepat, bisa jadi, tapi entalah. Kali ini ada perasaan yang berbeda, kali ini memohon jangan lagi untuk bertingkah kekanak-kanakan. Manja saja tidak masalah. Sekali lagi, ketika dihadapkan pada putaran jam dan aku masih melihat jarum jam terus mengitari angka-angka itu, aku menolak. Andai saja jarum jam membenci alurnya yang itu-itu saja. Jika diminta untuk menjadi jarum jam, gak! Jalannya terlalu membosankan. Tidak bisakah dia berputar semaunya, seperti mauku saat ini menjalani pilihanku. Ini terlalu berat hingga membuat mataku terpejam menghayal yang tidak-tidak. Tidak akan pernah jarum jam berjalan semaunya. Sepertinya tidak akan pernah bisa semauku. Kali ini aku ingin memaksakan kehendakku. Bisa? Tidak akan pernah bisa. 

....................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................

Tutuplah mata jika sudah lelah. Ingatlah siapa yang paling wajar dalam hidup ini. Tidak mungkin orang yang seperti aku ini bisa semaunya sendiri. Jarum jam akan tetap berjalan seperti itu, semua dalam settingan, sudah diatur. Jalani saja hidupmu. Jangan bodohi dirimu dan hidupmu dengan kata "menyesal".

http://sayhellolucy.blogspot.co.id/p/silahkan-pilih-tema-tulisan-yang-ada-di.html

0 komentar:

Posting Komentar